30 October 2008

Siapa bilang anak kecil tidak bisa stress?

Untuk Anda yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, pernahkah Anda berpikir bahwa anak kecilpun bisa merasakan stess. Kalau untuk orang dewasa seperti kita stress bisa terjadi kapan saja dan dimana saja karena berbagai macam faktor yang menjadikan mudah stress seperti kondisi finansial, putus dari pacar, masalah rumah tangga, masalah kantor, sampai masalah macet di jalan juga bisa menjadi penyebabnya. Lalu apa yang menyebabkan anak kecil stress? jawabannya banyak juga ternyata. Dari sejak bayi terlahir di dunia sudah mempunyai peluang eh kemungkinan kondisi yang menciptakan stress.

Coba anda tinggalkan anak anda pada saat mereka terjaga, pasti timbul tekanan dalam dirinya, timbul kecemasan yang mendalam. Nah inilah salah satu sumber stress pada anak bayi. Anak batita akan sangat cemas saat orang yang paling dibutuhkannya saat itu meninggalkan dia. Seiring dengan bertambahnya umur dan perkembangan sosial intelektualnya maka bertambah pula tekanan-tekanan yang terjadi dalam dirinya, baik dari lingkungan sekolah, teman, atau dapat juga dari yang terdekat darinya yaitu orang tua. Tanpa disadari banyak orang tua justru menambah tekanan kepada anak sehingga memunculkan stress pada anak-anaknya, meskipun pada awalnya niat dan tujuan dari orang tua adalah kebaikan. Niat dan tujuan yang baik dari orang tua tanpa sadar justru membuat keadaan lebih buruk. Saat anak mendapat nilai yang kurang baik, orang tua serta merta memarahi anak tanpa mencoba mencari tahu penyebabnya ditambah lagi tanpa memberikan solusi yang terbaik untuk kedepannya. Orang tua mempunyai motivasi dan harapan besar untuk anaknya sementara harapan dan motivasi anak sering berbeda dengan orang tua. Tanpa pendekatan dan hubungan yang baik antara orang tua dan anak tentu akan sulit memperbaiki keadaan seperti ini. Kalau dirinci mungkin beberapa hal yang menyebabkan kecemasan anak yang memungkinkan menjadikan anak stress sebagai berikut:
  1. Anak dijadikan obyek untuk cita-cita, impian, harapan besar dari orang tua sehingga anak menjadi sangat tertekan, terutama jika impian dan cita-cita anak tidak sesuai dengan orang tuanya
  2. Banyaknya aktivitas baik dalam hal pelajaran sekolah maupun di luar sekolah yang menyita seluruh waktunya yang notabene masa kanak-kanak adalah masa "emas"
  3. Masalah-masalah keluarga yang sengaja atau tidak sengaja mereka dengar dari orang tua, saudara, teman atau lingkungan mereka sehingga menciptakan rasa cemas dalam diri mereka
  4. Pertengkaran yang terjadi di antara orang tua mereka dan terjadi di depan mereka.
  5. Berita-berita dari berbagai media massa, terutama televisi, berita seputar kekerasan, gambar-gambar yang menakutkan
  6. Dan mungkin masih banyak lagi sebab-sebab yang membuat anak kita menjadi cemas
Lalu bagaimana mengetahui anak kita sedang mengalami stress atau kecemasan? Jika anda benar-benar mengenali secara detail anak anda tentu hal ini bukan hal yang sulit. Perubahan-perubahan secara mendadak dan bersifat temporer adalah ciri-ciri anak mengalami kecemasan. Berikut beberapa ciri-ciri yang mungkin bisa anda perhatikan:
  1. Anak sulit untuk konsentrasi, sulit tidur.
  2. Ngompol padahal sudah lama tidak ngompol.
  3. Untuk anak yang masih balita tangisan dan rasa tidak tenang merupakan ciri-ciri yang paling mudah.
  4. Sering mimpi buruk, timbul kebiasaan baru misal mengisap jempol
  5. Pola tidur yang berubah-ubah.
  6. Yang lain bisa anda amati sendiri.
Karena berbagai macam alasan, orang tua kurang memperhatikan anak sehingga kecemasan yang terjadi pada anak dapat berlangsung lama sehingga berpotensi stress yang berkepanjangan. Apakah ada solusinya? Tentu saja ada, dan mungkin lebih baik mencegahnya karena terus terang saya sendiri baru mempunyai anak usia 4 tahun. Sehingga perhatian yang berkualitas pada anak menjadi solusi terbaik untuk saya. Setiap hari saya sempatkan untuk bisa bermain dan menanamkan pada dirinya bahwa mereka adalah yang terpenting dalam hidup saya. Dengan demikian saya berharap anak saya tidak mengalami stress yang dapat merusak masa depannya nanti jika terjadi terlalu sering dan berkepanjangan. Semoga informasi ini dapat memberikan pengetahuan yang berguna bagi anda terutama anda yang baru akan mempunyai keluarga atau anak kecil.

Semoga bermanfaat ...

24 comments:

  1. Artikel anda:

    http://orang-tua-anak.infogue.com/
    http://orang-tua-anak.infogue.com/siapa_bilang_anak_kecil_tidak_bisa_stress_

    promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema untuk para netter Indonesia. Salam!

    ReplyDelete
  2. Mudah2an,, kalo anak kecil stres ga pengaruh ntar kalo udah dewasa nanti...

    ReplyDelete
  3. wah penting banget infonya buat para ortu nih :)

    ReplyDelete
  4. info pening nih buat yg dah jadi ibu2 ma bapak2..
    he..he..he.

    ReplyDelete
  5. jadi kangen ma adik Q di kampung..

    :(

    mudah mudahan dia ga' ikutan steres

    ReplyDelete
  6. @infogue
    thx

    @Danasimpleman
    Moga aja bro, termasuk anak saya :)

    @fanari
    dan calon tentunya :)

    @ABDEE NEGARA
    yup benul ech betul bro

    @budi
    emangnya adik dimana?

    ReplyDelete
  7. waduh... anakku baru 1,5 thn apa ya bisa stres ya? kasian stres mikir bapaknya nyang nganteng ini....

    ReplyDelete
  8. @b0nk3y
    wekekeke .... ada aja neh akang

    ReplyDelete
  9. Makasih infonya, bermanfaat bagi kami sebagai orang tua

    ReplyDelete
  10. dunia bos, semua bisa terjadi. Thank dah berkenan mampir ke blog saya :)

    ReplyDelete
  11. Bener memang mas, anak kecil bisa sterss, apalagi jika kondisi tidak mendukung
    sumintar.com

    ReplyDelete
  12. @Sudarma
    iya betul, sama2 bro ... saya juga senang kok mampir ke blognya bro Darma

    @Petani Internet
    wah Pak De mau mampir

    ReplyDelete
  13. betul betul, kadang perilaku anak stress kurang diperhatikan sama orangtuanya, mungkin karena orangtua seringkali terlalu menuntut dipahami anak ketimbang kita sebagai orang tua berusaha memahami bahasa perasaan anak..ya..mungkin kita berkiblat mendidik anak ala orang tua kita mendidik kita kali ya..padahal itu bukan rujuan, karena zaman khan maju bukan mundur..anyhow..nice post..

    ReplyDelete
  14. @meylia
    yup betul seratus untuk anda :)

    ReplyDelete
  15. pasti stress bener tuh kalau anak dijadikan obyek obsesi orang tua semata-mata walaupun itu sah-sah saja tapi ttp hrs balance dgn keinginan atas pilihan anak sendiri

    ReplyDelete
  16. mas keris ini udah berkeluarga kah? :) , bagus tulisannya .. :)

    ReplyDelete
  17. @spydeeyk
    sudah bro, sudah punya anak 2 :)

    ReplyDelete
  18. ternyata banyak yang stressss, anda juga ya??

    kaboorrr ccc iauuu

    ReplyDelete
  19. Makasih infonya, penting banget nih buat keluarga2 muda seperti ... (he..he...aku).

    ReplyDelete
  20. wah, perlu belajar disini kayanya sekalian nambah ilmu juga..wah bahaya juga klo stress ntinya yah..

    makasih sharingnya kang :)

    ReplyDelete
  21. artikel yang bagus.. jarang ada yang membahas seperti ini hihiihihih :)

    ReplyDelete
  22. @belajar blog tutorial (wadow panjang amir hihi)
    waks ... awas yah ehehheeh ....

    @seno
    ya sama2 bro, kita saling berbagi info & tips saja semoga bermanfaat

    @Blogger Addicter
    Thx bro, welcome

    @M4s7er
    Thx bro, btw nicknya maksudnya master yah? master apa neh, saya daftar jadi murid donk :)

    ReplyDelete

Silakan Anda tuliskan komentar, saran, kritik, yang membangun di bawah ini. Terima kasih sebelum dan sesudahnya